Sunday, February 25, 2018

APA ITU PHYSICAL MODEL ???

 

Physical Data Model (PDM)

 


Adalah presentasi suatu implementasi database secara spesifik dari suatu Logical Data Model (LDM) yang merupakan konsumsi komputer yang mencakup detail penyimpanan data di komputer yang direpresentasikan dalam bentuk record format, record ordering dan access path. Dan menjelaskan bagaimana data itu disimpan di dalam media penyimpanan yang digunakan secara fisik. Sasarannya adalah menciptakan perancangan untuk penyimpanan data yang menyediakan kinerja yang baik dan memastikan integritas, keamanan, serta kemampuan untuk dipulihkan.

 

Perancangan PDM bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pemprosesan data yang mencakup :

1.      Relasi yang sudah ternormalisasi, juga mencakup perhitungan kasar volume data yang akan disimpan.

2.      Definisi dan deskripsi masing-masing atribut pada setiap entitas yang ada.

3.      Deskripsi tentang kapan dan dimana data digunakan, meliputi langkah-langkah pemasukan data, pemanggilan, penghapusan serta pembaruan.

4.      Kebutuhan akan waktu dalam mem-backup, recovery dan pemeliharaan integritas data.

5.      Deskripsi teknologi (sistem database, DBMS) yang digunakan untuk mengimplementasikan data.

 

    Dalam membangun database secara fisik membutuhkan pilihan kritis yang akan berimasukan  pada integritas dan kinerja aplikasi yaitu:

 

1.      Pemilihan format (Tipe (Tipe data) dengan mempertimbangkan Penggunaan Ruang, niai,              perbaikan integritas dan  manipulasi data;

2.      Pengelompokan atribut;

3.      Perekaman, pengorganisasian dan pembaharuan serta recovery;

4.      Pemilihan struktur database

5.      Penyiapan strategi penggunaan query

 

        Physical Data Model (PDM) menjelaskan cara komputer memandang data, bahwa data tersimpan pada lokasi fisik sebagai file-file yang terpisah. Model data fisik terbagi menjadi 2 yaitu :

 

1. Penyimpanan berurutan

yaitu organisasi atau penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari satu record mengikuti satu record lain dalam suatu urutan tertentu. Misalnya, record pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Saat penyimpanan berurutan digunakan, data pertama harus diproses pertama, data kedua diproses kedua, dan seterusnya sampai akhir file itu ditemukan. Contoh media penyimpanan ini adalah pita magnetik (magnetic tape).

 

2. Penyimpanan akses lansung

yaitu suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan record-record ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit perangkat keras yang memungkinkan hal ini disebut Direct Access  Storage Device (DASD). DASD memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan. Yang paling populer adalah piringan magnetik (magnetic disc).

 


APA ITU CLOUD COMPUTING DAN GRID COMPUTING ???

Pengertian Cloud Computing

    Cloud Computing adalah gabungan dari pemanfaatan teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud Computing merupakan sebuah metode penggabungan dari berbagai pemanfaatan beberapa teknologi dimana kemampuan TI disediakan sebagai layanan berbasis internet. 

       Contoh Cloud Computing seperti Ymail atau Gmail. Anda tidak perlu software atau hardware (server) untuk menggunakannya. Semua Konsumen hanya perlu koneksi Internet dan mereka dapat mulai mengirimkan email. Software manajemen email dan server semuanya ada di cloud (internet) dan secara total di kelola oleh provider seperti Yahoo, Google, etc. Konsumen hanya perlu menggunakan software itu sendiri dan menikmati manfaatnya.

 

     Perhatikan titik-titik komputer/server sebagai gabungan dari sumber daya yang akan dimanfaatkan. Lingkaran-lingkaran sebagai media aplikasi yang menjembatani sumber daya dan cloud-nya adalah internet. Semuanya tergabung menjadi satu kesatuan dan inilah yag dinamakan cloud computing.Analoginya adalah, “Jika anda membutuhkan Susu, anda tidak perlu membeli sapi. Karena yang anda butuhkan adalah Susunya (manfaatnya) bukan Sapinya (Software/hardware). Itu sama saja dengan anda menggunakan software atau hardware seperti mengirim email, dan lain-lain tanpa harus memiliki Aplikasi Penyedia layanannya.


Pengertian Grid Computing

      Grid Computing atau Komputasi Grid   merupakan salah satu dari tipe Komputasi Paralel, adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer terpisah secara geografis namun tersambung via jalur komunikasi (termasuk Internet) untuk memecahkan persoalan komputasi skala besar. Semakin cepat jalur komunikasi terbuka, maka peluang untuk menggabungkan kinerja komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah menjadi semakin meningkat. Dengan demikian, skala komputasi terdistribusi dapat ditingkatkan secara geografis lebih jauh lagi, melintasi batas-batas domain administrasi yang ada. Sebagai sistem terdistribusi dengan non-interaktif beban kerja yang melibatkan sejumlah besar file. Apa yang membedakan grid computing dari konvensional sistem komputasi kinerja tinggi seperti komputasi cluster adalah grid lebih cenderung longgar digabungkan, heterogen, dan geografis.

 

    Grid computing merupakan salah satu jenis dari komputasi modern. Grid computing adalah arsitektur TI baru yang menghasilkan sistem informasi perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap dinamika bisnis. Dengan grid computing, sejumlah komponen hardware dan software yang modular dan independen akan dapat dikoneksikan dan disatukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bisnis. Lebih jauh, dari sisi ekonomi, implementasi grid computing berarti membangun pusat komputasi data yang tangguh dengan struktur biaya variatif yang bias disesuaikan dengan kebutuhan.


Perbedaan Cloud Computing dengan Grid Computing

    

    Grid Computing. Adalah sekumpulan komputer (bisa juga sekumpulan komputer cluster) yang terhubung satu dengan lainnya melalui internet atau jaringan yang lebih luas. Umumnya berada pada beberapa jaringan sendiri, dan tiap komputer (cluster) memiliki metode pengamanan sendiri (certificate), yang harus dimiliki oleh komputer (cluster) lainnya untuk dapat berinteraksi. Penggunanya menggunakan seluruh sumberdaya yang dimilikinya dan diharapkan dapat membuat semua komputer bekerja sesibuk mungkin. (Banyak komputer, banyak jaringan/Internet, pengamanan maksimal, penggunaan maksimal)

    Cloud Computing. Adalah sekumpulan kompter (bisa juga sekumpulan komputer cluster) yang terhubung satu dengan lainnya melalui internet atau suatu jaringan komputer. Umumnya berada pada satu jaringan sendiri, dan tiap kompter mempercayai komputer lainnya. Pengguna menggunakan sebagian dari sumberdaya yang dimilikinya dan diharapkan untuk tidak sampai membuat semua komputer bekerja dengan sibuk. (Banyak komputer, satu jaringan, pengamanan minimal, penggunaan minimal)

       Dapat di simpulkan bahwa Cloud Computing adalah sekumpulan komputer yang terhubung melalui internet sama seperti Grid Computing tetapi Grid Computing menghubungkan semua komputer dengan segala perangkat tambahan yang dimiliki tiap komputer untuk saling menggunakan sumber daya pada tiap komputer yang terhubung Sehingga komputasi berjalan maksimal tanpa ada komputer yang menganggur. Sedangkan Cloud Computing hanya menggunakan software pada server tanpa harus memikirkan hardware yang di pakai tanpa membuat komputer dari user lain ikut sibuk bekerja.

Apa itu Rekayasa Perangkat Lunak ?



Rekayasa Perangkat Lunak membahas mengenai semua hal yang berkaitan dengan pengembangan suatu perangkat lunak atau yang biasa kita kenal sebagai software, meskipun perangkat lunak tidak hanya software saja terkadang juga batch programming, prosedur ataupun class dan lain sebagainya.

Rekayasa Perangkat Lunak sebenarnya adalah proses update atau pengubahan suatu perangkat lunak yang bertujuan untuk mengembangkan, memelihara serta membangun suatu perangkat lunak agar dapat bekerja secara efisien dan efektif bagi user.

Didalam perkuliahan materi rekayasa perangkat lunak secara garis besar ada 7 materi yaitu :
  1. Pengenalan Rekayasa Perangkat Lunak
  2. Konsep dasar rekayasa perangkat lunak
  3. Metode Pengembangan perangkat lunak
  4. Analisis Risiko
  5. Persiapan Project perangkat lunak
  6. Analisis Desain
  7. Testing dan implementasi
Di dalam materi pengenalan rekayasa perangkat lunak yang pertama dipelajari adalah materi secara umum yaitu pengertian berdasarkan kesepakatan serta beberapa tokoh, definisi secara umum, sejarah, perkembangan, tokoh-tokohnya. Di dalam materi ini juga di jelaskan tentang perangkat lunak secara umum, mulai dari karakteristik suatu perangkat lunak, tujuan pembuatan dari beberapa sisi baik itu dari sisi pengguna, dari sisi sponsor atau pihak yang mendanai ataupun dari sisi pengembang.

Konsep Dasar Rekayasa Perangkat Lunak. Didalam materi ini di jelaskan tentang konsep-konsep dasar dalam mengembangkan suatu perangkat lunak.  Dijelaskan juga tentang rekayasa perangkat lunak di dalam dunia praktis atau lapangan. Di dalam materi ini juga di jelaskan tentang siklus suatu rekayasa perangkat lunak mulai dari pra produksi, pengembangan, pasca produksi hingga rekayasa atau yang biasa kita lakukan dalam software adalah patch (menutupi kekurangan).  Di sini juga dijelaskan mengenai tingkatan perangkat lunak, jenis-jenis perangkat lunak dan perkembangan perusahaan perangkat lunak.

Metodologi pengembangan perangkat lunak atau disebut juga model proses atau paradigma rekayasa perangkat lunak adalah suatu strategi pengembangan yang memadukan proses, metode, dan perangkat (tools). Didalam matei ini di jelaskan mengenai metode-metode pengembangan perangkat lunak yang pernah di pakai dan sering di pergunakan di dalam mengembangkan software diantaranya metode sekuensial linier, prototype, RAD, Fouth Generation Techniques (4GT) , spiral, metode Proses Perangkat Lunak Evolusioner (pertambahan, spiral, konkruen), dan metode formal.

Analisis Resiko,di dalam materi ini di jelaskan mengenai resiko-resiko yang akan di hadapi dalam pengembangan suatu perangkat lunak. Di sini dijelaskan semua mengenai jenis-jenis resiko kemudian bagaimana menanganinya atau memanagement suatu resiko. Dan Bagaimana suatu resiko itu dapat di manfaatkan sebagai referensi di dalam pengembangan perangkat lunak dan selanjutnya

Persiapan Project Perangkat Lunak, di dalam materi ini menjelaskan apa saja yang perlu di siapkan di dalam mengembangkan suatu project perangkat lunak. materi ini menjelaskan tentang manajemen proyek suatu pengembangan perangkat lunak berdasarkan tahap-tahap pengembangan yang baik, mulai dari Initiating(proyek sedang dalam proses untuk dipilih/disetujui, disponsori, didanai, dan diluncurkan. Planning (perencanaan adalah proses yang berulang dan menggambarkan proses bagaimana proyek akan dilaksanakan hingga selesai), Executing (setelah proyek direncanakan, tim proyek memulai pekerjaannya), Controlling (selama tim proyek mengerjakan tugasnya, project manager mengontrolnya) dan yang terakhir adalah Closing (setelah proyek diselesaikan project manager akan menutup proyek software).

Materi berikutnya adalah Analisis desain. Di dalam materi ini di jelaskan tentang sistem informasi, fase-fase analisis desain, maintenance sistem, case tools, metodologi alternatif.

Materi yang terakhir adalah Testing dan Implementasi. Di jelaskan secara umum karakterisk strategi pengujian perangkat lunak, tahapan-tahapan proses pengujian, dijelaskan pula faktor-faktor apa saja yang di perlukan didalam pengujian suatu perangkat lunak. Kemudian pengimplementasian kepada user seperti apa dan bagaimana suatu rekayasa dianggap berhasil atau gagal.

Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak biasanya memiliki prasayarat algoritma 1 dan 2, hal ini bertujuan agar mahasiswa yang mengampu dapat memahami secara menyeluruh materi yang akan di dapat sehingga tidak perlu lagi mengulang materi yang sudah di dapat sebelumnya.

Friday, February 23, 2018

 
biz.